laptop-mac-apple-working-light-technology-954196-pxhere.com.jpg

Sebagian orang mengalami quarter life crisis di umur 25 tahun, iya kalo asumsinya 100 tahun hidupnya, kalo enggak? Di usia yang belum genap 30 tahun ini malah saya merasa mengalami half life crisis, saya berasumsi umur saya bisa sampai 60an tahun kalau masih hidup. Bisa juga lebih cepat. Mati kan ga kenal usia ya.

Jadi terbayang sudah alokasi 30 tahun ke depan mau diisi apa. Nah untuk mewujudkan warna apa yang akan torehkan tersebut saya perlu lebih fokus untuk aksi dari diri sendiri. Makin yakin saya bahwa hidup bukan perlombaan dengan orang lain, dengan segala pencapaiannya. Namun lebih untuk mengalahkan diri sendiri. Anonim menyebutkan bahwa everyone is fighting a battle you know nothing about. Mantul dah. You have your own battle. Salah satu yang bikin hidup ga bahagia karena terlalu banyak membandingkan dengan orang lain, entah sekolahnya karirnya meritnya dan seterusnya. Akhirnya saya sadar bahwa “sepatu” saya dengan orang lain berbeda. Jika orang lain (tampak) bahagia dengan hidupnya belum tentu juga saya bisa menemui bahagia jika berada di posisinya. Pun jika orang lain lain di posisi saya belum tentu juga akan mengalami hal yang sama dengan yang saya rasakan.

Kegaduhan politik yang tak berujung, sampah-sampah viral dan sebangsanya membuat saya tetap terus update dan senang tapi ga bikin bahagia apalagi tenang yaa bagai jauh panggang dari api. Adanya bikin capek. Otak dipaksa menerima banjir informasi yang kebanyakan receh dan ga penting juga buat hidup saya. Staying connected ga selalu bagus buat saya. Akhirnya saya mulai me-mute sesuatu yang tidak sejalan dengan hidup saya, the art of being bodo amat. Karena segala keriuhan tersebut dapat memakan sumber daya yang saat ini buat saya berasa penting banget, yaitu waktu.  Yap, time consuming dan distracting bangets. Kamu pantas dan berhak memilih untuk menghindari paparan toxic people dan sampah visual di media online.

Alhamdulillah, salah satu proyek saya yang sejalan dengan visi hidup saya dapat mulai diwujudkan di Little Asia Kitchen sebagai tempat mengasah bakat kuliner zaujati. Kalo ada kesempatan bolehlah teman-teman mampir di tengah paparan kepenatan ibu kota. Alusss bray.

Belanja di IKEA Alam Sutera

A post shared by Firman Ardi (@firrman.ardi) on

 

Selain Informa dan AceHArdware, salah satu alternatif untuk mencari perabot rumah tangga adalah di IKEA, kalau di Indonesia IKEA Alam Sutera tentunya. Bagi yang tidak mau repot bisa menggunakan jasa titip online. Karena saya penasaran dengan seberapa luas sih IKEA maka saya putuskan untuk menuntaskan rasa rindu penasaran saya dengan mengunjunginya. Continue reading “Belanja di IKEA Alam Sutera”

Judulnya Terserah

Pertanyaan investigasi di bawah ini disarikan dari tanya jawab di dunia nyata yang telah mengalami penyesuaian disertai  dengan beberapa tambahan agar lebih mengalir dan mudah dicerna pembaca.

***

Eh gan, ceritaain dong tentang taarufmu? soalnya temanku ada yang mau ngenalin iparnya..kan stranger (orang asing banget) begitu…
iya om hasil crash program percepatan pembangunan berdasarkan pengalaman pribadi saya dan tentu berlaku buat saya sendiri, secara umum kalau sudah satu frekuensi ga susah buat adaptasinya. mirip kayak teman lama yang ga pernah ketemu tapi sekalinya ketemu langsung ngerasa “klik”.

Gimana caranya yakin she-is-the-one sementara dia orang yang baru kamu kenal? Yang baru kamu tau dia permukaan. Ya walau kenal lama ga njamin sih
Bener gan aku ga bener2 ngerti soal dia 100%. bahkan paling 20% nya saja di awalnya. itupun ada resiko perbedaan antara informasi yang doi berikan di awal dengan kenyataan sebenarnya. Kalau kubilang pasrah kesannya nyerah, apa ya kata yang lebih tepat buat menggambarkan hal tersebut. Bukan pasrah lah. Di awal proses pasti saya sudah menetapkan kriteria pokok yang penting, di luar hal tersebut ya saya tinggal memperluas ruang penerimaan. Pasti ada dong ketertarikan yang saya rasakan sehingga mau memilih doi.. misal kegiatan sosialnya, aktifitasnya, fisiknya dll (its ok untuk mempertimbangkan fisik). Malah ga sampai kepikiran she is the one or not. Continue reading “Judulnya Terserah”

Mayat Hidup

Tanpa menoleh ke samping, terdengar suara orang melantunkan ayat-ayat quran. Saya pikir biasalah selagi nunggu khotib naik mimbar jumatan orang baca quran. Sambil mlirik kepo, betapa kagetnya saya mengetahui ayat yg dilantunkan tadi dibacakan jamaah di samping saya tanpa didampingi mushaf fisik atau quran digital.

Skip ke after-office time. Berjuang ala maze runner ngadepin labirin kemacetan juga udah biasa. Sampai di pemberhentian lampu merah auranya lain. Sayup-sayup kedengeran orang baca quran lagi. Ah paling saya salah denger. Sekali lagi saya melirik ke samping ke pengendara motor sebelah. Ya saya ga salah denger. Murojaah on the ride. Lumayan lantang suara yg dihasilkan di tengah kerumunan kendaraan seperti itu. Saya merasa beliau sangat menikmati bacaanya. Kasarnya seperti orang keasikan bernyanyi meskipun quran adalah antitesa musik. 

Seketika saya merasa jadi mayat hidup. Bernafas tapi ga benar-benar menghidupkan hidup. Macet yang identik dengan bising justru adalah tempat paling hening untuk jiwa-jiwa kering macam ini.

Why me?

Why me?

1. Ashaaba = spesifically targeted to you (Nouman Ali Khan) even it is a condition or toxic people.

2. Calamity came from sin. He wanna erase your sin with exam, if you sabr with the condition, you win.

3. Ketidakenakan ini sebenarnya ujian atau cobaan? Tak penting itu.  Earn the benefit of sabr pokoknya. Orang-orang dan pengalaman yg dipertemukan denganmu bukan sebuah kebetulan, semuanya dirancang sangat sistematis untuk apa.. MENGUJIMU.

This note is special gift for myself. 

How I Stay Well Organized

 
 

1.Note on phone

Terbilang sangat sederhana untuk mengetahui progres dan target kegiatan harian saya. Clean sheet note without any distractor so i can focus on my priority list at the date.

I used to use 4 quadran priority list dan calendar-type-organizer apps but made me so stressfull because its look like life is just work and work.

2. Evernote

Sangat membantu dalam mencatat hal-hal printilan (remeh temeh) tapi penting dan sering diakses seperti nomer rekening, alamat pengiriman barang, akun-akun aplikasi kerjaan dan fix-phone-number kantor yang seabrek. Saya lebih suka menampilkan catatan tersebut dalam bentuk tumbnail sehingga gampang dicari mata meski ada opsi pencarian catatan.

Kelemahannya (versi basic alias gratisan) adalah hanya bisa dilihat online dan sinkronisasi terbatas pada dua device dengan limit upload sebesar 60MB perbulan. Kecil sekali bukan.

Dikutip dari cloudwards.net, berikut keunggulan ringkas Evernote dibanding OneNote:

  • Evernote’s search function can use Google search to trace notes written in it
  • It is possible to add reminders to Evernote via the alarm clock icon quickly
  • OneNote users need to create a task in Outlook and add a reminder to that task
  • Evernote can select any text in a note to encrypt (password protect) it
  • OneNote can only encrypt entire notebooks if one has Microsoft Office

3. OneNote

Bebas. Itulah kesan yang saya dapatkan dengan menggunakan organizer ini. Tanpa batasan besaran upload data (5GB cloud data space for free kalo gak salah) dan jumlah device yang bisa disingkronisasikan.

OneNote memang cocok untuk mengatur catatan yang lebih kompleks dibanding Evernote. Sebelumnya saya sempat menimbang apakah lebih baik OneNote atau Evernote. Ternyata keduanya hadir untuk saling melengkapi, Evernote for simple note (even still work for complex notes) and OneNote for many-branches-complex-notes.
pocket.

Dikutip dari cloudwards.net, berikut keunggulan ringkas OneNote dibanding Evernote:

  •   OneNote offers offline access to its notebooks for free
  •   You need a paid Evernote subscription for offline access
  • OneNote can help solve advanced math equations (including calculus)
  • OneNote integrates extremely well with Microsoft Office applications
  • OneNote exports entire pages into PDF, HTML or Word formats
  • Evernote can only export notes proprietary Evernote, HTML or XML formats
  • OneNote offers around 5GB of storage space for free
  • Evernote only offers 60MB (per month) of free storage

4. Pocket

Menyimpan halaman web yg pengen kita baca di lain waktu. Terintegrasi di browser pc maupun browser hape. Tak ketinggalan, dia juga mampu mendeteksi kopian link yg sudah kita copy untuk disimpan.

5. Paper Organizer

Agenda ukuran B5 siap mencatat event acara maupun perjalanan saya dalam mode harian. Dibanding menggunakan aplikasi semacam google calendar, menyenangkan juga menulis countdown 90-hari pemesanan tiket KA sebelum kehabisan tiket.

 

Hasilnya adalah, jumlah tempelan sticky-note di moniter desktop PC lebih minimalis dong 🙂

update 26 Aug:

dengan pertimbangan kemudahan singkronisasi data pribadi/kerjaan baik ketika di pc kantor maupun pas di luar, kini saya mengandalkan:

1. Evernote (baru akhir-akhir ini nyoba fitur attach file pdf ke dalam note dgn tampilan mirip pdf viewer seperti acrobat reader)

2. GoogleCalendar (dulu saya pernah pakai SolCalendar di android tp blm ada aplikasi catatan dgn calendar-based yg seciamik aplikasi tersebut di iOS. baru nyoba fitur alternate calendar di googleCalendar, yang memungkinkan saya melihat tanggal Masehi dan Hijriah secara bersamaan. ya kalau mau selekedar tau tanggal non-Masehi sih bisa melihat di aplikasi lain. namun jika terintegrasi dlm catatan begini sangat berguna)

Current Major Fighter

tkfx_sc_ori_tr.jpgKita bahas urutannya dari kiri atas ke kanan (image source: unknown):

1. T-50 PAKFA (Russia).

Bukan jet tempur yg benar2 baru, menggunakan Su-27 sbg basis pengembangan. Rival berat F-22. Punya LEVCON (leading edge vortex controller) dgn fungsi mirip canard. Sayap ekor tegal menganut konfigurasi all moving. Juga internal bombay.

2. J-20 (China).

Pesawat dgn cita rasa Rusianya kentara sekali. Amerika menuduh China mencuri teknologi F-22 untuk membuat J-20. Sekilas banyak kemiripan J-20 dgn F-22. Untuk pesawat dgn kategori stealth, penggunaan canard (sayap kecil di samping kokpit) adalah hal tabu.

3. F-22 Raptor (US).

Diciptakan murni untuk mendominasi pertempuran udara. Sbg pengganti F-15 yang sudah mulai menua. Muncul di Transformer sbg Starscream.

4.F-15 Eagle (US).

Jet lama yg masih eksis saat ini. Singapura punya versi yg cukup lethal, F-15SG. Kalo pernah liat Return to Base (R2B)/ Soar Into The Sun, ada Rain duduk ganteng di kursi kokpit pesawat ini.

5. F-16 (US).

Versi paling canggih adalah F-16U (blok 60) milik UEA dgn ciri CFT (conformal fuel tank) di punggungnya. Untuk F-16i punya Israel, tdk diketahui secara pasti modifikasi jeroan apa saja yg mereka lakukan sehingga susah dibandingkan. Indonesia sempat ditawarin F-16V (blok 70, versi paling gress saat ini) tapi masih enggan menerima tawaran tersebut.

6. Eurofighter Typhoon.

Desainnya eropa banget: double engine, sayap delta dan canard. Cocok untuk negara2 eropa dgn ruang udara yg tidak terlalu luas. Mirip Rafale.

7. F-35 (US).

Punya tiga varian, A/B/C yang mana varian B adalah paling kompleks desainnya krn memiliki nozzle ekor yg bisa ditekuk dan lift-fan di punggungnya untuk mendukung kemampuan VTOL (vertical take off landing). Seandainya kita jadi taxpayer di US sono, pasti sudah gemes mengetahui biaya pengembangannya yg makin mahal dihadapkan dgn kemampuan F-35 yg belum battle proven.

8.KFX/IFX (Korsel/Indonesia).

Hasil dari buah cinta eh patungan Indonesia dan Korea Selatan. Masih dalam tahap pengembangan, belum sampai produksi. Ada dua versi, C200 (delta wing) dan C100 (diamond cut wing). Pak Habibie pasti bangga jika IFX sudah rollout dari hanggar PT.DI

9. ATD-X

Baru saja berhasil terbang perdana. Lewat Mitsubishi Heavy Industries sebagai kontraktor utama, Jepang mengembangkan penempur generasi kelima ini. Hal ini rupanya bikin gagal Jepang mendapatkan F-22 dari US. Untung saja F-35 masih diijinkan diekspor ke Jepang.

10. Others

F/A-18 Hornet, JAS-39 Gripen, MiG-35 Fulcrum, Dassault Rafale.