Mayat Hidup

Tanpa menoleh ke samping, terdengar suara orang melantunkan ayat-ayat quran. Saya pikir biasalah selagi nunggu khotib naik mimbar jumatan orang baca quran. Sambil mlirik kepo, betapa kagetnya saya mengetahui ayat yg dilantunkan tadi dibacakan jamaah di samping saya tanpa didampingi mushaf fisik atau quran digital.

Skip ke after-office time. Berjuang ala maze runner ngadepin labirin kemacetan juga udah biasa. Sampai di pemberhentian lampu merah auranya lain. Sayup-sayup kedengeran orang baca quran lagi. Ah paling saya salah denger. Sekali lagi saya melirik ke samping ke pengendara motor sebelah. Ya saya ga salah denger. Murojaah on the ride. Lumayan lantang suara yg dihasilkan di tengah kerumunan kendaraan seperti itu. Saya merasa beliau sangat menikmati bacaanya. Kasarnya seperti orang keasikan bernyanyi meskipun quran adalah antitesa musik. 

Seketika saya merasa jadi mayat hidup. Bernafas tapi ga benar-benar menghidupkan hidup. Macet yang identik dengan bising justru adalah tempat paling hening untuk jiwa-jiwa kering macam ini.

Iklan

Why me?

Why me?

1. Ashaaba = spesifically targeted to you (Nouman Ali Khan) even it is a condition or toxic people.

2. Calamity came from sin. He wanna erase your sin with exam, if you sabr with the condition, you win.

3. Ketidakenakan ini sebenarnya ujian atau cobaan? Tak penting itu.  Earn the benefit of sabr pokoknya. Orang-orang dan pengalaman yg dipertemukan denganmu bukan sebuah kebetulan, semuanya dirancang sangat sistematis untuk apa.. MENGUJIMU.

This note is special gift for myself. 

How I Stay Well Organized

 
 

1.Note on phone

Terbilang sangat sederhana untuk mengetahui progres dan target kegiatan harian saya. Clean sheet note without any distractor so i can focus on my priority list at the date.

I used to use 4 quadran priority list dan calendar-type-organizer apps but made me so stressfull because its look like life is just work and work.

2. Evernote

Sangat membantu dalam mencatat hal-hal printilan (remeh temeh) tapi penting dan sering diakses seperti nomer rekening, alamat pengiriman barang, akun-akun aplikasi kerjaan dan fix-phone-number kantor yang seabrek. Saya lebih suka menampilkan catatan tersebut dalam bentuk tumbnail sehingga gampang dicari mata meski ada opsi pencarian catatan.

Kelemahannya (versi basic alias gratisan) adalah hanya bisa dilihat online dan sinkronisasi terbatas pada dua device dengan limit upload sebesar 60MB perbulan. Kecil sekali bukan.

Dikutip dari cloudwards.net, berikut keunggulan ringkas Evernote dibanding OneNote:

  • Evernote’s search function can use Google search to trace notes written in it
  • It is possible to add reminders to Evernote via the alarm clock icon quickly
  • OneNote users need to create a task in Outlook and add a reminder to that task
  • Evernote can select any text in a note to encrypt (password protect) it
  • OneNote can only encrypt entire notebooks if one has Microsoft Office

3. OneNote

Bebas. Itulah kesan yang saya dapatkan dengan menggunakan organizer ini. Tanpa batasan besaran upload data (5GB cloud data space for free kalo gak salah) dan jumlah device yang bisa disingkronisasikan.

OneNote memang cocok untuk mengatur catatan yang lebih kompleks dibanding Evernote. Sebelumnya saya sempat menimbang apakah lebih baik OneNote atau Evernote. Ternyata keduanya hadir untuk saling melengkapi, Evernote for simple note (even still work for complex notes) and OneNote for many-branches-complex-notes.
pocket.

Dikutip dari cloudwards.net, berikut keunggulan ringkas OneNote dibanding Evernote:

  •   OneNote offers offline access to its notebooks for free
  •   You need a paid Evernote subscription for offline access
  • OneNote can help solve advanced math equations (including calculus)
  • OneNote integrates extremely well with Microsoft Office applications
  • OneNote exports entire pages into PDF, HTML or Word formats
  • Evernote can only export notes proprietary Evernote, HTML or XML formats
  • OneNote offers around 5GB of storage space for free
  • Evernote only offers 60MB (per month) of free storage

4. Pocket

Menyimpan halaman web yg pengen kita baca di lain waktu. Terintegrasi di browser pc maupun browser hape. Tak ketinggalan, dia juga mampu mendeteksi kopian link yg sudah kita copy untuk disimpan.

5. Paper Organizer

Agenda ukuran B5 siap mencatat event acara maupun perjalanan saya dalam mode harian. Dibanding menggunakan aplikasi semacam google calendar, menyenangkan juga menulis countdown 90-hari pemesanan tiket KA sebelum kehabisan tiket.

 

Hasilnya adalah, jumlah tempelan sticky-note di moniter desktop PC lebih minimalis dong 🙂

update 26 Aug:

dengan pertimbangan kemudahan singkronisasi data pribadi/kerjaan baik ketika di pc kantor maupun pas di luar, kini saya mengandalkan:

1. Evernote (baru akhir-akhir ini nyoba fitur attach file pdf ke dalam note dgn tampilan mirip pdf viewer seperti acrobat reader)

2. GoogleCalendar (dulu saya pernah pakai SolCalendar di android tp blm ada aplikasi catatan dgn calendar-based yg seciamik aplikasi tersebut di iOS. baru nyoba fitur alternate calendar di googleCalendar, yang memungkinkan saya melihat tanggal Masehi dan Hijriah secara bersamaan. ya kalau mau selekedar tau tanggal non-Masehi sih bisa melihat di aplikasi lain. namun jika terintegrasi dlm catatan begini sangat berguna)

Current Major Fighter

tkfx_sc_ori_tr.jpgKita bahas urutannya dari kiri atas ke kanan (image source: unknown):

1. T-50 PAKFA (Russia).

Bukan jet tempur yg benar2 baru, menggunakan Su-27 sbg basis pengembangan. Rival berat F-22. Punya LEVCON (leading edge vortex controller) dgn fungsi mirip canard. Sayap ekor tegal menganut konfigurasi all moving. Juga internal bombay.

2. J-20 (China).

Pesawat dgn cita rasa Rusianya kentara sekali. Amerika menuduh China mencuri teknologi F-22 untuk membuat J-20. Sekilas banyak kemiripan J-20 dgn F-22. Untuk pesawat dgn kategori stealth, penggunaan canard (sayap kecil di samping kokpit) adalah hal tabu.

3. F-22 Raptor (US).

Diciptakan murni untuk mendominasi pertempuran udara. Sbg pengganti F-15 yang sudah mulai menua. Muncul di Transformer sbg Starscream.

4.F-15 Eagle (US).

Jet lama yg masih eksis saat ini. Singapura punya versi yg cukup lethal, F-15SG. Kalo pernah liat Return to Base (R2B)/ Soar Into The Sun, ada Rain duduk ganteng di kursi kokpit pesawat ini.

5. F-16 (US).

Versi paling canggih adalah F-16U (blok 60) milik UEA dgn ciri CFT (conformal fuel tank) di punggungnya. Untuk F-16i punya Israel, tdk diketahui secara pasti modifikasi jeroan apa saja yg mereka lakukan sehingga susah dibandingkan. Indonesia sempat ditawarin F-16V (blok 70, versi paling gress saat ini) tapi masih enggan menerima tawaran tersebut.

6. Eurofighter Typhoon.

Desainnya eropa banget: double engine, sayap delta dan canard. Cocok untuk negara2 eropa dgn ruang udara yg tidak terlalu luas. Mirip Rafale.

7. F-35 (US).

Punya tiga varian, A/B/C yang mana varian B adalah paling kompleks desainnya krn memiliki nozzle ekor yg bisa ditekuk dan lift-fan di punggungnya untuk mendukung kemampuan VTOL (vertical take off landing). Seandainya kita jadi taxpayer di US sono, pasti sudah gemes mengetahui biaya pengembangannya yg makin mahal dihadapkan dgn kemampuan F-35 yg belum battle proven.

8.KFX/IFX (Korsel/Indonesia).

Hasil dari buah cinta eh patungan Indonesia dan Korea Selatan. Masih dalam tahap pengembangan, belum sampai produksi. Ada dua versi, C200 (delta wing) dan C100 (diamond cut wing). Pak Habibie pasti bangga jika IFX sudah rollout dari hanggar PT.DI

9. ATD-X

Baru saja berhasil terbang perdana. Lewat Mitsubishi Heavy Industries sebagai kontraktor utama, Jepang mengembangkan penempur generasi kelima ini. Hal ini rupanya bikin gagal Jepang mendapatkan F-22 dari US. Untung saja F-35 masih diijinkan diekspor ke Jepang.

10. Others

F/A-18 Hornet, JAS-39 Gripen, MiG-35 Fulcrum, Dassault Rafale.

Akad Wadiah BNI Syariah

Sebelumnya saya pernah pakai Bank Muamalat. Dengan akad mudharobah, akan ada pembagian keuntungan antara bank dengan nasabah atas uang nasabah yg dipergunakan bank.

Di kemudian hari saya sadari bahwa jika uang nasabah dipakai untuk kegiatan usaha tentu tidak selalu untung, ada rugi juga. Jika usaha yg dijalankan untung bisa mendapatkan hasil, nah jika usaha tersebut rugi apakah nasabah juga mendapatkan bagi hasil rugi? Nahlo.

Akhirnya BNI Syariah mengeluarkan produk akad mudharobah dan wadiah (nitip uang saja). Saya lalu memilih yg akad wadiah. Keuntungannya adalah:
1. Tanpa bunga.

2. Tanpa biaya bulanan.

3. Tanpa charge tambahan kalo pake atm BNI.

4. Dan yang paling penting adalah menentramkan 🙂

 Jadi saya rasa ini adalah pilihan paling realistis dan aman untuk saat ini.

Debu-debu Riba

Sebelum saya punya tanggungan, penting untung mengetahui apa saja komponen penghasilan saya. Di tempat saya bekerja, payroll dibayarkan langsung ke masing-masing rekening pegawai. Kabar buruknya, rekening pegawai ada di bank yang sudah ditentukan oleh pihak kantor. Jadi saya gabisa milih di mana payroll tersebut akan dibayarkan.

Sudah kita ketahui bahwa kalau menyimpan dana di bank konvensional sudah pasti ada komponen yang bikin hati ga tenang. Yak benar. Komponen bunga. Alternatifnya, saya pernah bikin simpanan di bank syariah. Meski sekarang pun bank dengan label syariah tidak menjamin 100% bebas riba. Dana di bank syariah tersebut pun sekarang sudah kosong. Diskusi hal ini bisa disimak di kajian ustad Erwandi Tarmidzi. Saya tidak akan membahas panjang lebar hal ini. Kajian beliau terutama membahas transaksi-transaksi ekonomi kekinian.

Suka ga suka, faktanya adalah dosa ribanya itu lo yang ngeri. Saya sudah nanya di bank yang baru saja mengirimkan satelit yang dibuat oleh Arianespace tersebut dan bank IjoOrange, pengen mengajukan permohonan untuk tidak memasukan unsur bunga ke dalam dana tapi untuk saat ini belum memungkinkan. Di bank BiruOrange sedang dipersiapkan untuk menghapus bunga dari payroll pegawai di tempat saya bekerja karena banyaknya permintaan akan hal tersebut. Tapi tidak dijelaskan sampai mana prosesnya. Semoga bisa segera direalisasikan. Tidaklah mengherankan jika hal tersebut bisa dilakukan karena dahulu dana kantor yang berasal dari APBN (anggaran negara yang sumber dananya sebagian besar bersumber dari pajak sampeyan) yang ada tambahan bunganya sekarang sudah bersih dari unsur bunga. Artinya bank bisa dan mampu untuk melakukan itu. Sedikit upaya yang bisa saya lakukan paling merunut nominal debu-debu riba tesebut untuk kemudian dipisahkan.

Sebenarnya apa sih yang kita butuhkan? Menyimpan uang dengan aman dan bisa melakukan transaksi keuangan dengan aman pula. Satu lagi, rasa tenang. Menarik pula untuk disimak pernyataan Bill Gates “Banking is necessary, banks are not” wallahu a’lam.

Bunga bank hanya salah satu bahasan dalam urusan riba. Kabar baiknya, saya lulus kuliah ga masuk ke instansi sebelah. Atau instansi sebelahnya lagi. Meski saya sempet ngiri dengan temen-temen seangkatan yang ditempatkan di situ. Blessing in disguise again. Ada teman yang masih bekerja di sana dan sempat galau sehingga sengaja ngambil kelas ekonomi islam untuk lebih memantapkan buat resign.  Saya tidak bermaksud membuka forum debat. Tidak. Yang patut dipikirkan adalah keluarga mau kita nafkahi dengan sesuatu yang Allah suka tidak? itu saja inti persoalannya.

Jadi sebelum saya rabi penting juga belajar riba.

Bonus foto cover buku temen saya. Just for fun, so take it easy. Temen lain yg berbeda dengan saya ceritain sebelumnya. Kalau ga ada time value of money ya ga perlu pusing-pusing kita belajar matematika keuangan to hahaha. Gemez sama The Feds.

FullSizeRender.jpg

Review Sandisk iXpand

Bagaimana memenej beragam files pribadi, kerjaan dan sekolah dengan mudah di berbagai perangkat? Nah kegusaran itulah yang mendasari diperlukannya sebuah perangkat untuk mengingkatkan efesiensi produktivitas. Jawabannya ada di iXpand Flash Drive ini. Berikutnya kita sebut iXpand saja.

Sudah diketahui bahwa Apple punya kabel lightning sebagai standar alat pertukaran data antara iDevice nya dan/dari ke PC secara manual. Cukup rempong sinkronisasi data dari dan ke hape menggunakan iTunes dibanding device Android yang cukup drag and drop, cengkiwing njuk cemplung. Akan bertambah ribet jika punya bbrp device yang menggunakan kabel mikro USB berbeda dibanding kabel lightning.

Catatan-catatan printilan atau kecil seperti nomer rekening memang lbh enak disimpan di Evernote krn bisa disingkron antara hp-komputer kantor-laptop di rumah/kos secara online. Tetapi untuk file-file office yg ukurannya cenderung lebih besar dibanding plain text terkadang bukan pilihan paling baik jika disimpan di cloud service macam google drive dan sebangsanya, mengingat koneksi internet di Indonesia blm sepenuhnya ngebut. Kadang ada beberapa blankspot yang bikin pesan teks whatsapp saja susah masuknya.

sandisk_ixpand_gen2.jpg

iXpand ini pada dasarnya flashdisk atau flashdrive biasa dengan tambahan colokan lightning. Termasuk kategori USB OTG (on the go).  Niat awal menggunakan aksesoris ini adalah agar file terkini yang sedang dihadapi bisa diakses dan dipindahkan dengan mudah antar 3 perangkat 3K (kantor-kampus-kos) yang saya sebutkan di atas tanpa kabel tanpa koneksi internet.

Sebenarnya banyak berbagai produk alternatif USB OTG di pasaran dgn berbagai kelebihan dan kekurangan,  tergantung kebutuhan. Dibuat khusus untuk memenuhi pengguna iDevice, inilah beberapa alasan saya menjatuhkan pilihan pada iXpand (gen 2) besutan Sandisk:

  1. Desain kompak dan minimalis dibanding iXpand generasi sblmnya.
  2. Memberi kesan bahwa file digital bisa “dipegang dan dipindahkan” secara fisik.
  3. Support slot USB 3.0 dan kecepatan baca tulis di atas 50MBps berdasarkan review di Gadget360.

Meski C-Net memberi penilaian “A good but flawed accessory for iPhone and iPad packrats” doakan kami bisa saling membersamai.