Iqro

Tulisan ini bukan membahas tentang cara baca huruf hijaiyah. Tidak.

Wanita terlahir dengan perasaan yan melimpah di hatinya. Mereka sudah sibuk dengan perasaannya sendiri. Apalagi jika harus memikirkan perasaan orang. Capeque.

Apa jadinya kalau wanita tidak dengan perasaan yang mendominasi dirinya. Bayangkan seorang wanita bisa menggendong bayi berjam-jam. Coba laki-laki yang melakukannya, kalau ga sabar bisa-bisa sudah dilemparnya itu bayi hehe.

Peka. itulah salah satu sifat lelaki yang mereka harapkan sudah terinstal di tubuh lelaki impiannya. Ga salah sih.
Secara becanda kujawab, kami bukan dukun yang belum tentu tau setiap semaphore yang kalian lemparkan. Apa susahnya bilang tolong dan semacamnya. Iya kalo yang mengerti kode kalian adalah orang yang kalian harapkan, lha kalo ternyata kode tersebut ditangkap oleh orang yang salah? Tambah ribet kan. Apapun itu, alasan kami tetap dianggap sekedar pembenaran. Perempuan selalu benat. Oke fine.

Jadi selain kursus/kajian pranikah, tentu ada hal penting yang sangat dinantikan kehadirannya: Les Bahasa. Bahasa Perempuan. Karena kode adalah bahasa default mereka😦

Jika sudah ngerasa dimengerti, mereka akan merasa nyaman. Jadi bukan tampang lagi yang jadi andalan untuk menaklukan tanah jajahan eh hati perempuan.

Dear future wife, maafkan aku jika masih terus belajar untuk mengerti dan memahami lelembut sepertimu.

Lagipula, sebentar atau lama itu harusnya tak terlalu menjadi masalah untuk mereka yang memahami hidup bukanlah sekedar kumpulan waktu. Hidup adalah kumpulan kesadaran.

Cinta hanya mengakomodir kelebihan kita masing-masing, tapi tidak kekurangan kita. Ah sudahlah, aku cuma ingin bilang, kalau cinta terlalu kanak-kanak untuk melandasi kebersamaan di antara kita. Dan kebersamaan kita butuh landasan yang lebih dewasa daripada itu.

Sebanyak apapun kekurangan yang kamu punya, yang harus aku lakukan hanyalah menerima. Bukan sekedar menerima kamu, tapi juga menerima ketetapan-Nya.

Bukan juga seperti kebanyakan yang orang inginkan berupa keluarga sakinah, mawadah, warahmah. Bukan itu semua. Tapi keberkahan. Karena jika kita sudah mendapatkan keberkahan, semua itu akan mengikuti. Mungkin akan banyak kesulitan juga  kesedihan yang akan kita hadapi, tapi keberkahan akan membuat kita menikmatinya.

Hanya saja keberkahan hanya bisa dihasilkan dari proses yang baik. Dari proses yang diridhoi juga disenangi oleh pemberi keberkahan itu sendiri.

Sekali perempuan merasa dimengerti, kamu akan mendapat kepercayaannya. And you know what,  dipercaya itu lebih sulit daripada dicintai.

Yang perlu kamu tahu, perempuan hanya butuh bahu untuk bersandar ketika dia menangis, ditambah sedikit dekapan untuk menenangkan. Bukan kata-kata ‘udah dong, jangan cengeng gitu’

Betapa bahagianya aku, ketika kamu, entah di tangisanku yang keberapa di hadapanmu, hanya diam mendekapku, tanpa berkata-kata. Betapa kesedihanku langsung lenyap seketika karena aku merasa dimengerti, dan betapa lemesnya aku ketika esok harinya kamu bilang kalau kamu diam karena kamu lagi capek. Jadi bukan karena kamu mengerti. Aduh, kamu ituh, boleh dilempar pakai sendal nggak sih?

Continue reading “Menggenap”

Hidup Bukan Hanya Untuk Bekerja?

Kebetulan tadi pagi ketemu mantan bos yang setelah basa-basi sebentar beliau kaget mengetahui bahwa saya ada di bagian x. Dan untuk meyakinkan kalau saya mantan (anak buahnya dong) sembari melepas kacamata saya memperkenalkan diri ulang. Bayangkan dalam gerakan slow motion. Tenang saja, saya gapake adegan ngibasin rambut dan jenggot kok.

Kebetulan siangnya disambung nasehat dari bos sekarang yang intinya beliau ngasih saran di bagian/divisi manapun kita ditugaskan, yo teko dijalani wae. Bahkan dari divisi yang dianggap banyak karyawan lain sebelah mata bisa jadi kita mendapatkan ilmu-ilmu kehidupan yang bisa berguna di kemudian hari.

The power of acceptance. Nrimo ing pandum. Qona’ah. Dengan kemampuan tersebut, seseorang bisa lebih berbahagia dgn apa yang dia punya, di mana dia ditugaskan dll. Ngerasa cukup dengan yang ada. Bukan berarti tidak punya hasrat memperjuangkan sesuatu yang ia inginkan lho. Dia mempunyai syarat bahagia yang rendah. Dalam hal ini tentu terkait pekerjaannya. Anggep aja dosis endorphin yang perlu disuntik ke orang jenis ini cukup rendah. Continue reading “Hidup Bukan Hanya Untuk Bekerja?”

8 Tipe Kelas Menengah Konsumen Indonesia

Kita pernah diberikan pemahaman bahwa kebutuhan manusia secara hierarkis dari yang paling mendasar adalah kebutuhan fisik, dilanjutkan pemenuhan kebutuhan keamanan, lalu kebutuhan cinta dan rasa memiliki [love and belonging needs], kebutuhan akan kehormatan dan harga diri [esteem needs] hingga kebutuhan akan aktualisasi diri [self-actualization needs].

Kemudian ada frasa masyarakat kelas menengah yang dimaknai sebagai kelompok masyarakat yang kebutuhan dasarnya [basic needs] telah terpenuhi untuk kemudian meningkat ke kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi [advance]. Jika kebutuhan dasar telah terpenuhi maka dengan sendirinya akan meningkat kepada kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan-kebutuhan sosial seperti love, self-esteem dan self actuailzation.

Berikut delapan segmentasi pasar kelas menengah Indonesia dengan pendekatan terkait nilai-nilai [values], kepribadian [personality], sikap [attitudes], minat [interest] atau gaya hidup [life style] seperti yang disajikan di inventure.id Continue reading “8 Tipe Kelas Menengah Konsumen Indonesia”

The New Makanan Pokok

Siapa bilang kebutuhan manusia kekinian hanya sandang [pakaian], pangan [makanan] dan papan [tempat tinggal] saja?

Coba jawab pertanyaan retoris berikut ini. Kalo sampean pas pergi lebih galau mana, lupa bawa dompet yang ada duitnya atau lupa bawa hp?

Oke jika jawaban kedua yang sampean pilih, berarti sampean termasuk manusia milenial yang hidupnya tak bisa lepas dari namanya hape. Saya juga kok. Hape sekarang seolah perpanjangan anggota tubuh tuannya sendiri. Sebagai manusia kekunoan yang pernah bisa hidup tanpa hape, di era itu nerima ringtone SMS standar hape Nokiyem saja sudah girang banget.

Berhubung ada satu spesies manusia yang ciri-cirinya pengen mudah dihubungi, selalu terhubung dengan manusia lain, selalu ga pengen ketinggalan info gosip orang lain dsb, spesies ini susah lepas dari jeratan hape yang posesif. Hape menjadi salah satu alat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Bukan hape yang sekedar bisa nelpon dan sms tetapi generasi hape terakhir yang biasa kita sebut smartphone. Smakpon kalo dibaca dengan akses Inggris yang seksi. Continue reading “The New Makanan Pokok”