Madrasah

Saya tidak membenturkan maupun ngadu antara Ibu Rumah Tangga vs Wanita Karir. Kurang bijak menganggap IRT lbh mulia dari WK atau WK lebih berkelas, lebih berpendidikan dari IRT. Tiap orang punya kondisi masing-masing. Balik lagi ke diri sendiri.
Pertanyaan buat diri saya sendiri:

1. Apa tega yg ngajarin pertama alif ba ta tsa dari asuhan pembantu?
2. Apa tega anak lebih dekat dengan pembantu daripada ibunya sendiri?
3. In my humble opinion, quality time at its finest antara anak dan ibu terjadi di usia emas anak.. pembentukan karakter anak diturunkan pada masa ini. Saya sbg calon bapak nantinya, tentu waktu sebagian besar habis untuk nyari nafkah. Nah kalo bukan istri yg menjalankan peran tadi siapa lagi?
4. Alasan terpenting, sy smp saat ini, tidak ridlo istri kerja di luar. Syarat dan ketentuan berlaku pastinya.

Stigma #1 IRT kurang berwawasan, kurang melek informasi.
Informasi atau berita bisa didapatkan dari berbagai sumber, tidak harus nyemplung ke lingkungan kerja untuk mendapatkannya. Oke kebutuhan pokok wanita salah satunya bersosialisasi atau bercerita dgn, katakanlah, teman genk nya. Bisa kan ekosistem bertukar info ini didapatkan di lingkaran pertemanan ngaji di luar, temen ibu2 PKK dll.

Stigma #2 Orang Tua Udah Nyekolahin Tinggi-tinggi, Eh Malah Diminta Jadi IRT
Kalau tidak salah Dian Sastro sekolah tinggi-tinggi untuk jadi IRT juga. Yup, anak butuh guru yang sip. Semacam investasi pendidikan untuk anak yang dilakukan mamaknya lah.
Pada saat belum menikah, si wanita jadi tanggung jawab penuh orang tuanya. Dan ketika ijab qobul sudah terucap, otomatis tanggung jawab itu berpindah ke suami. Bagaimana pun mentereng dan tingginya gaji istri kalau suami tidak ridlo ya man eman to.

So, siapkah kamu jadi madrasah anak-anakku nantinya? Pertanyaan retoris nih.
Hmm oke daripada saya menuntut ‘guru’ yang sempurna akan lbh baik lagi kalau saya mikir gmn caranya jadi ‘kepala sekolah’ yang baik.

Cuek

Bagi saya ga semua hal harus ditanggepin. Scara pikiran, tenaga, dan waktu kita terbatas. Limited resource. Sumber daya terbatas. Okelah pikiran dan tenaga bisa dipulihkan. Namun tidak untuk waktu.

image

Sampai tiba masa di mana kemampuan membelah diri macam amuba diperlukan. Ketika wiken idealnya firman1 punya me time sendiri. Sementara firman2 meluangkan waktu buat ngunjungin orang tua. Saat yang sama firman3 bertukar pikiran atau sekedar ketemu temen-temen.

Makin ke sini orang dan juga saya sendiri mempunyai tujuan hidup yang semakin jelas. Yang mana tujuan itu harusnya saya perjuangkan. Terkadang perjuangan itu membuat fokus sekaligus sedikit abai terhadap sekitar. Saya sadari sifat cuek yang terbenam ini merupakan musibah kekurangan sekaligus anugerah. Musibah karena orang-orang di sekitar merasa terabaikan. Tak dianggap. Yes, kamu tidak akan mengubur dirimu sendiri. Ada orang lain yg mengurus pemakaman kita. Intinya kita makhluk sosial. Anugerah, karena saya tidak harus menyenangkan semua orang. Ini hidup saya. Saya yang menjalani, orang lain yang berkomentar.

Tentang komentar orang lain, ada 2 hal. Temen pernah nasihatin yang kurang lebih begini ceritanya. Jika dari 10 orang ada 2 orang yang ga suka, itu normal. 2 orang bisa dianggap kasih kritikan membangun. Namun jika 8 nya malah ga suka dengan kita, berarti kita yang bermasalah. Bisa berujung introspeksi.

Kuraba bagian belakang telinga. Tak ada satupun tombol off di situ untuk menyilent suara-suara sumbang.

Jika saya sadar saya salah, perkataan halus pun sudah jadi tamparan sayang untuk saya. Tetapi jika sebaliknya, saya berani head to head dengan haters. Halah macam artis instagram saja haha. Haters macam gitu bukan di dunia maya tapi dunia nyata.

Note to myself. Kalau kamu ga enakan, orang lain yang keenakan. Mau?

Manusia Terbaik

Saya sempet bingung. Di referensi ayat atau hadist x disebutkan kriteria manusia terbaik itu. Nyatanya manusia terbaik banyak versinya berdasarkan referensi y, z, w dll tanpa saling bertentangan.

Kita manusia dilahirkan dengan banyak potensi dan kemampuan. Dibanding makhluk non-manusia, manusia adalah yg paling sempurna karena punya akal dan perasaan. Malaikat ora gumun (ga heran) selalu taat krn memang diprogram seperti itu tanpa punya kendali. Lha manusia punya akal dan nafsu. Kendali akal itu yg bikin kita sempurna. Sedangkan manusia dibandingkan manusia, ada yang sempurna fisiknya ada yg dalam kondisi kurang sempurna. Singkatnya, perfect imperfect, sempurna dalam ketidaksempurnaan.

Saya rasa Tuhan memudahkan kita dgn menyerahkan keputusan ke kita pengen jd terbaik versi manapun. Tentunya terbaik versi Dia.

Jika surga itu banyak pintunya, terserah kita mau pilih pintu yang mana. Dalam lakon Lawang Sewu. Lesson learned.

Habluminallah dan Habluminannas

image

Sempat timbul pertanyaan, lebih penting mana antara habluminallah dan habluminannas. Pengamatan di tempat kerja dan masyarakat, ada beberapa tipe manusia yg menarik untuk dipelajari. Untuk memudahkan saya tuangkan dalam bentuk kuadran. Kuadran 1 sampai dengan 4 sesuai dgn jumlah urutan prioritas. Hal ini berdasarkan pemikiran saya. Bisa salah bisa benar. Setidaknya bisa menjadi referensi untuk saya apabila baik bs ditiru tetapi kalau sebaliknya semoga saya ke depan tidak menjadi pribadi yg seperti itu. Oke saya memang tidak sempurna. Masih banyak kekurangan di sana sini yang kudu dibenerin dan saya rasa proses perbaikan ini tidak berhenti di satu titik saja. Namun berkelanjutan sampai mungkin Tuhan berkata “Hambaku, saatnya pulang” dan sudah disiapkan spanduk bertuliskan Welcome Home..

1. Kuadran 1 (4 bintang)
Secara kasat mata ibadahnya bagus, hubungan personal dgn manusia lain cukup bagus. Ditandai dgn ketidakhadirannya membuat ada sesuatu yang kurang. Bisa dibilang manusia “wajib”

2. Kuadran 2 (3 bintang)
Kebaikannya (hubungan baik dengan Tuhan) tertutup kejelekannya (hubungan buruk dengan orang lain). Tentu saja dari sudut pandang manusia hanya bisa menilai apa yang nampak.

3. Kuadran 3
Meski secara habluminallah nya kurang tetapi karena dgn manusia bisa nguwongke wong liyan (memanusiakan orang lain) biasanya orang akan bilang dia orang baik. Baik menurut ukuran manusia saja tentunya.

4. Kudran 4
Ga kepikiran manusia model begini. Semoga saya ga masuk kuadran ini. Ruginya kombo

update nyusul
mumpung ujan reda cabut dulu

Call for All Operator SIMAK dan temen-temennya

Kalau dihubungkan dengan tempat di mana saya mencari rejeki, lebih tepat dikatakan Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai Asetnya sendiri. Ini sekaligus menjawab pertanyaan berapa sih nilai aset negara kita.

Well untuk membantu menjawab pertanyaan tersebut tentu diperlukan beragam tools, beberapa diantaranya adalah sofware sebagai berikut:

1. Aplikasi Persediaan

a. manual

b. FAQ

2. Aplikasi SIMAK

3. Aplikasi SAIBA

4. Aplikasi SIMAN

5. Aplikasi SIMANTAP

Rencananya bakal sy update, oke bye

———

update 18 Nov 2015

  1. Produk (PSP, Pemanfaatan, Pemusnahan dan Penghapusan) Tidak Dishare
  2. Installer Aplikasi Persediaan-SIMAK-SAIBA download di sini (dalam proses)
  3. Installer Aplikasi SIMAN di sini (dalam proses)
  4. Syarat-syarat Permohonan (PSP, Pemanfaatan, Pemusnahan dan Penghapusan) d0wnload di sini
  5. Aturan Terkait Pengelolaan BMN d0wnload di sini

Seluruhnya ditaruh di GoogleDrive untuk memudahkan sharing. File sedang diupload…

Disclaimer: Seluruh resiko kerusakan data atau aplikasi sepenuhnya ditanggung pengguna/operator. Kami hanya membantu menyediakan aplikasinya.