Regukan Doa Lebaran

Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk berkunjung ke rumah-rumah sesepuh-sesepuh di lingkungan rumah. Selain saling bertukar haturan maaf, mereka tak segan melantukan doa untuk kita. Beberapa adalah soal kesabaran, rejeki, pekerjaan dan teman hidup.

Barangkali ada mimpi dan harapan yang kita gantungkan lewat doa, satu atau banyak di antaranya telah terwujud dengan dukungan doa-doa mereka dan orang-orang di sekitar kita, karena kita tidak tahu doa siapa yang masuk kategori priority atau waiting list. Semoga yang pertama!:)

Kita Semua Pernah Alay

Di kondisi sekarang, pernahkah merasakan rindu akan sosok diri sendiri di masa terdahulu. That good old days. Bercermin dari berbagai catatan digital di berbagai media sosial yang kita punya, blog, atau kalau lebih rajin lagi mungkin punya buku harian sendiri kita bisa menengok ke masa lalu. Kemudian menggumam dalam hati, dengan kata-kata semacam ini:

Oh norak banget sih dulu gue.

Kok bisa ya dulu gue suka sama si fulan, cakep aja engga. (( fulan ))

Bisa-bisanya kok gue bla bla bla.

Bodohnya bisa ngelakuin hal konyol seperti itu.

Wew penampakan gue 10 kilogram yang lalu.

Artifak masa lalu yang kita buat sendiri rasanya bisa jadi asem-asem manis, manis-manis kecut, you name it. Waktu itu belum ada terminologi alay, sehingga istilah yang paling mendekati adalah norak. Ah pengen rasanya menertawakan diri sendiri. Apapun itu, kita adalah kumpulan keputusan yang kita buat sendiri.

Untuk itulah sekitar 70% postingan terdahulu di blog ini saya hapus dan rapikan lagi. Beberapa pemikiran-pemikiran yang saya pakai ada yang tetap relevan sampai sekarang, ada yang ternyata tidak sesempit yang saya pikirkan, ada yang perlu direvisi dan lain-lain. Karena, kita bertumbuh.

Brexit

Britain Exit (Brexit) adalah istilah yang digunakan untuk menyebut hengkangnya Inggris dari Uni Eropa.

I’m done. I quit. Enough is enough.

Masyarkat Inggris dibagi jadi dua kubu. Yang pertama kubu Remain (tetap) dan yang kedua kubu Leave (cabut). Seperti dikutip dari ryokusumodotcom, kubu pendukung Remain diwakili oleh partai buruh, partai yang dianggap progresif, peka terhadap isu kekinian, anti-rasial, care and share menjadi simbol termasuk soal kampanye pengungsi di Suriah. Sedangkan kubu Leave banyak berasal dari partai konservatif, partai yang kuno, mengganggap kejayaan masa lalu adalah hal yang patut di pertahankan. Inggris sebagai negara terdigdaya di semenanjung Eropa (dulu) adalah kekuatan yang tidak boleh di intervensi hingga saat ini. Britain firstbritish is british, britpop never die and no one can disturb.

Singkatnya adalah kubu Remain bersikap lebih terbuka atas isu-isu baru. Sedangkan kubu Leave lebih konservatif dan kolot, resisten terhadap perubahan.

Hasil akhir referendum adalah Inggris (UK) memilih untuk meninggalkan Uni Eropa, dibanding memilih untuk tetap setia bertahan. 51.9% banding 48.1% seperti yang dilansir bbc.com. Peta di bawah ini menunjukan UK adalah wilayah yang masuk di dalam  lingkaran merah. Gambar dari 9gag.

index.jpg

BBC juga menyebutkan bahwa Uni Eropa adalah kemitraan ekonomi dan politik dengan anggota 28 negara. Organisasi ini dimulai setelah Perang Dunia II untuk meningkatkan kerjasama ekonomi, dengan harapan negara-negara yang menjadi mitra dagang akan menghindari perang satu sama lain. Uni Eropa berkembang menjadi “pasar tunggal” sehingga barang dan orang dapat berpindah secara bebas. Organisasi ini juga memiliki mata uang tunggal, euro, yang digunakan oleh 19 negara anggota, parlemen sendiri dengan sejumlah peraturan termasuk lingkungan, transportasi, dan lain-lain.

Menu Sahur Praktis Anak Kost

Sebagai anak kos pasti pernah mengalami kondisi tidak ideal untuk melaksanakan sahur. Yang kita bicarakan di sini bukan nyari menu di warung atau menggunakan metode delivery order. Dari segi waktu maupun ketersediaan alat meramu saya berusaha mencari resep paling praktis untuk anak kosan. Beberapa tulisan menyarankan untuk membuat menu sahur yang bisa saja dipraktikan tapi tetap saja menurut saya kurang praktis. Senior ada yang ngeblender kurma dan dicampur susu cair. Ini formula yang saya gunakan:

[Oat + Susu Ovaltine bubuk + air]

Saya lebih suka meramu langsung dikemudian dimakan. Daripada harus nyiapin dulu di kulkas. Lha di kosan kan gapunya kulkas hehe. Air lebih suka air suhu normal. Terkadang dikombinasikan dengan beberapa butir kurma. Formula di atas sudah terbukti sukses dieksekusi di perjalanan jauh menggunakan kereta api.

Ada cara yang lebih praktis lagi sih. Mau tau gak? Minta bikinin bini HAHAHA. Kalau belum ada semoga ini menjadi ramadan terakhir bersolo karir. Memang sahur itu tidak wajib tapi tak begini kalo kata mas Anang Hermansyah.

 

FAQ Kapan Nikah?

Sudah menjelang lebaran, sudah punya contekan jawaban belum untuk pertanyaan basa-basi ini, kapan nikah? Tumben biasanya saya cuek menghadapi pertanyaan memojokan kaum jomblo ini. Sepertinya sudah memasuki fase senggol bacok kalau ada yang nanya begini. Saya perlu mengingat jawaban aman apa saja yang bisa dipakai dulu untuk mengelabui memuaskan keisengan sang penanya.

  1. ‘Habis ramadan’ Ya entahlah ramadan tahun berapa hijriah. Muka masih bisa senyum.
  2. ‘Doakan saja’ Bisa diumpankan ke penanya yang rada bersahabat. Muka lebih datar dengan sedikit senyuman.
  3. ‘Daripada nanya begitu mending kasih calon saja’ Pernyataan semacam ini bisa dipakai ketika sang penanya masih bisa dibecandain kasar tanpa tersinggung. Muka mulai menampakan ketawa lebar tapi kecut.
  4. ‘Mau nyumbang berapa emang?’ Jawaban sarkas ini jarang saya praktekan.
  5. Senyumin doang. Udah males nanggepin untuk pilihan yang ini.

Tempat ramah anak sudah banyak. Namun lingkungan ramah jomblo tidak sebanyak itu. Saya perkiraan beberapa even/tempat yang bisa menimbulkan clash:

  1. Tempat kerja di mana jomblo lajang adalah kaum minoritas
  2. Ketika bertemu dengan keluarga besar.
  3. Acara lebaran ketemu banyak orang.
  4. Reuni dengan temen-temen seangkatan yang sebagian besar dari mereka udah merit.

Ada yang mau nambahin, mblo?

F-35A Pertama Untuk Israel

f-35-iaf

Sedih juga rasanya ketika mengetahui pabrikan Lockheed Martin memamerkan jet tempur generasi ke-5 F-35 Lightning II pertama untuk Israel ke hadapan publik pada Rabu minggu lalu di Texas, AS. Diharapkan pesawat tersebut dapat dikirim akhir tahun ini.

Seri yang dipesan adalah 33 buah F-35A Conventional Take Off and Landing (CTOL), satu dari tiga varian F-35 yang ada. Varian yang lain adalah F-35B adalah yang dapat tinggal landas dan mendarat secara vertikal (Short/Take Off Vertical Landing -STOVL) dan versi F-35C yang dirancang khusus untuk mendarat di kapal induk dengan kaki-kaki yang lebih diperkuat dan penampang sayap lebih besar.

Israel sendiri turut berpartisipasi dalam pembuatan pesawat ini, salah satunya sayap luar yang dilakukan oleh Elbit-System-Cyclone. Tidak diketahui berapa persen jumlah modifikasi lokal yang dilakukan atas sistem senjata, sistem perang elektronik dan lain-lain untuk pesawat ini sehingga kemungkinan nama yang disematkan menjadi F-35I, di mana I untuk Israel, atau F-35A ‘Adir’, bukan Kadir apalagi Kadoor.

Sebagai aviation geek, saya sekaligus ngerasa bersalah satu mesin perang yang saya kagumi jatuh ke tangan yang tidak tepat. Otomatis kalau bicara Israel tidak lepas dari konflik tidak berkesudahan dengan Palestina. Bukan berarti sebuah negara tidak boleh memiliki persenjataan tapi untuk apa senjata itu digunakan. Kalau digunakan untuk mempertahankan tanah yang menjadi haknya apakah salah.

Sebuah majalah analisis militer yang sekarang sudah tidak terbit lagi pernah membahas soal kelontong perang. Maksudnya bahwa majalah tersebut menyatakan bahwa medianya bukan mempromosikan perang meski tidak dapat dipungkiri beberapa perusahaan sistem senjata juga mengiklankan produknya di media-media cetak.

Perang, siapapun tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi, apalagi melihat korban-korban tidak bersalah yang berjatuhan.

Alat perang, nah ini tergantung the man behind the gun, bisa digunakan untuk reseh atau membela diri. Avgeek yang budiman tentu tidak menghendaki adanya perang.

[info dan gambar diolah dari aviationist dot com]